Episode : PR Bahasa Inggris

Akhir-akhir ini aku sering mendapat tugas dari guru disekolah, alias PR (Pekerjaan Rumah). Hampir satu minggu ini aku disibukkan oleh beberapa PR, sampai tidak ada lagi waktu untuk bermain, hmmm, benar-benar melelahkan, capek deh…………..
Sehabis pulang sekolah, aku selalu lansung pulang ke rumah. Setelah di rumah, shalat, makan, cuci piring (he..he… sebuah pekerjaan yang tak pernah lepas dari tanggung jawabku sampe sekarang) dan mengerjakan PR. Sorenya aku harus bantu mama untuk memasak. Kalo PR yang tadi siang belum selesai dikerjakan, aku harus melanjutkannya lagi pada malam hari. Begitulah aktivitasku beberapa hari belakangan ini.
Suatu hari, aku mendapat PR membuat karangan dalam bahasa Inggris. Wah, tau ndak, mata pelajaran yang nilainya selalu jelek adalah Bahasa Inggris. Aku ndak tau kenapa kok cuma pada mata pelajaran bahasa Inggris aja yang selalu mendapat nilai terendah? What happen with language English?, Why?, What is false ?, I don’t know, sampe sekarang masih menjadi sebuah tanda Tanya bagiku.
Tapi suka atau tidak, aku harus tetap membuat PR Bahasa Inggris tersebut, mungkin dengan rajin membuat PR nilai Bahasa Inggris ku bisa dipertimbangkan, itulah yang ada dalam pikiranku.
Setelah pulang sekolah, aku lansung mengerjakan PR Bahasa Inggris tersebut. Sebenarnya PR ini sudah diberikan oleh guruku satu minggu yang lalu. Tapi sampe sekarang belum selesai juga, padahal besok harus dikumpulkan.
Trus, aku ke kamar untuk mengerjakannya, sambil tidur-tiduran di atas tempat tidur (cari inspirasi). Begitulah kebiasaanku kalo ingin mengerjakan PR agar lebih serius, apa lagi ditemani dengan sebuah cemilan yang ku suka ( roti, kacang dan apa aja yang enak, yang penting ada sesuatu untuk dikunyah, he…he….), mungkin kebiasaan yang jelek menurut sebagian orang.
Setelah beberapa lama, aku terbangun dan melihat ke arah jam dinding, ’06.00 Wib’. Ku memandang ke arah jendela, “hari sudah subuh, wah…. Aku bisa telat nih ke sekolah”.
Kemudian terdengar suara mama memanggilku, “Nita…, bangun, ayo mandi….”, teriak mamaku.
Aku bangun, dan teringat “kalo PR bahasa Inggris belum selesai, aku dah telat ke sekolah, ndak ada waktu lagi tuk kerjakan PR, gimana nih…”, sambil berlari mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi.
Selesai mandi, aku pake seragam sekolah seperti biasanya. Trus sambil memgambil sarapan, aku berkata “ ma…., kok baru dibangunkan sekarang?, telat nih Nita ke sekolah, PR belum selesai lagi” (sambil memandang ke arah mama yang kelihatan heran dan seperti menahan tawa).
Akhirnya, meledak juga tawa mama melihat tingkah laku ku pada hari itu. Ditambah lagi, adik-adikku juga ikut-ikutan menertawaiku. “ Kenapa kak?, jam berapa berangkat ke sekolahnya?, lagi mimpi ya?”, kata adikku yang ketawanya semakin hancur aja.
“Emang kenapa???”, tanyaku dengan heran. “ Kalian ndak pergi ke sekolah juga hari ini?”.
“Kak…, hari ini jam enam sore, bukannya jam enam pagi….”, kata adikku yang semakin terbahak-bahak menertawaiku.
Akhirnya aku jadi malu sendiri, hmm…, “jam enam sore toh, bukannya sudah pagi?”, kataku sambil tersenyum geli dan merasa sedikit lega, ternyata masih ada waktu tuk menyelesaikan PR.
Selamat berjuang dan tetap semangat, mari lanjutkan…., PR Bahasa Inggrisnya…….hmmmm, capek deh……….. ha……ha….ha….  

Miss, kembar ya??????

Miss, kembar ya?, hmmm pertanyaan yang basi, bosan juga deh aku mendengar dan menjawabnya. Setiap ada kelas baru, pasti aku selalu diajukan pertanyaan ini. Hmmmm, benar-benar repot juga tuk menjawabnya, kalo lagi ndak bt, dengan senang hati ku menjawab, tapi.....kalo lagi bt, wah bisa ???? ngak tau deh, mungkin aku dibilang sombong kali sama siswa2 ku tersebut.

Kadang2 aku merasa beruntung juga dengan kondisi kami yang kebanyakan orang bilangmirip”(alias “kembar”), tapi ada juga sih yang bilang sebaliknya. Aku merasa wajar lah orang2 tu bilang kami kembar, sekilas mungkin kelihatannya begitu, tapi kalo dah mengenal kami berdua, baru tuh ketahuan perbedaannya. Ha..........ha.............. JJ. Kenapa bisa mirip mis??, la iya lah......kita berdua kan beradik kakak. Oooooooooo, gitu toh misssssssssss.

Kok bisa ngajar di tempat yang sama mis?. Nah ini satu lagi pertanyaan yang basi juga kali?. Aku sendiri juga bingung deh menjawabnya gimana, kadang2 aku juga ikut-ikutan merasa kembar. Dalam beberapa hal, seperti selera makanan, pakaian, prinsip, dan lain-lain memang banyak persamaan. Tambah lagi, dari sd sampai sma kita berdua belajar di sekolah yang sama, dan kuliah pun di universitas dan jurusan yang sama pula. Makanya, ngak salah juga kita berdua bisa ngajar di tempat yang sama dengan profesi yang sama pula. Tapi jangan sampai deh, kami suka ama cowok yang sama juga, ha....ha......... bisa gawat juga khan??.

;;